when the God appears on me…

Several merchandises are display in stand of Koran Tempo, one of the biggest national newspaper at Indocomtech Exhibition 2009, Jakarta Convention Centre, Friday, (6/11). In the recent Tempo Inti Media, PT has plan to expansion market in other concern such as travelling magazine and Tempointeraktif.com
Sorotan Tajam Tertuju ke Polri

Perseteruan KPK versus Polri terus bergulir. Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri, semalam menyatakan bersedia dipertemukan dengan KPK dan Kejaksaan saat dengar pendapat bersama Komisi III hingga pukul 3 dini hari. Dari rekaman yang diperdengarkan, banyak melibatkan pejabat-pejabat di negeri ini. Mari kita tunggu kelanjutan kasus ini bersama-sama.
Disaat situasi sedang genting, muncul masalah baru. Seorang anggota kepolisian bernama Evan Brimob dalam laman akun Facebooknya menulis status bernada provokatif. Anggota dari kesatuan Brimob yang sedang bertugas di Sumatera Selatan itu menuliskan “Polri gak butuh masyarakat, tapi masyarakat yang butuh Polri…Maju terus Kepolisian Indonesia,telan hidup-hidup cicak kecil”. Dari status yang ditulisnya, kecaman dari berbagai pihak terus menyeruak. Mari kita tunggu kelanjutan kasus ini yang rencananya akan ditindaklanjuti hari ini.
Dari kedua peristiwa diatas, ada satu hal baru yang berbeda namun masih ada kaitannya. Jumat, (6/11) ketika sedang melintas di daerah Jakarta Selatan, seorang polisi menyetop laju sepeda motorku. Petugas tersebut menanyakan kelengkapan kendaraan SIM dan STNK sambil mengatakan kalau saya telah melanggar rambu lalu lintas karena memutar arah bukan pada tempatnya. Lalu saya beralasan, “maaf pak, saya baru pertama kali lewat jalur ini, saya tidak melihat ada rambu dilarang putar arah”. Sebagai warganegara yang baik dan patuh terhadap hukum, saya menerima kesalahan itu.
FYI: entah karena faktor ketidaktahuan atau kesengajaan, dimata Polisi pelanggar lalu lintas tetaplah salah. Singkatnya, saya terkena tilang dan diwajibkan mengikuti sidang dua minggu kedepan.
Disaat proses pencatatan surat-surat kendaraan, ternyata petugas itu mengetahui bahwa saya seorang wartawan dari keterangan ID yang terselip di jaket. “Kamu pers mana”, kata petugas itu lantang. “Saya dari T****, bapak tugas di mana”, tambahku. “Saya dari POLDA bagian Patwal”. Saya berkelakar (mencoba menguji keimanan petugas, jika terbukti lumayan untuk bahan tulisan sebagai seorang pencari berita) “pak.. saya benar-benar tidak punya waktu, apalagi sampe mendatangi pengadilan, pake cara tercepat aja pak, gmn? Kata dia, “tidak ada cara cepat bagi saya, mungkin dengan yang lain bisa tapi dengan saya tidak bisa”. Salut dengan prinsipnya tapi tetap saja menjelekan institusinya sendiri atau mungkin takut dikuliti karena dijadikan bahan pemberitaan?
Sambil menyerocos, saya memancingnya dengan isu-isu yang sedang berkembang saat ini. Saya menanyakan kabar tentang konflik KPK dengan Polri dan Evan Brimob. Saya berseloroh, “Menurut bapak yang benar itu Polri atau KPK”? Petugas itu menjawab, “Polri itu selalu benar, tidak ada yang salah dari Polri, cuma sejauh ini terkesan Polri lah yang bersalah”. Tiba-tiba sense of photography ku bergejolak. Jepret… jepret… cepret..! Ternyata petugas yang bernama Julius NM asal Timor Leste itu menurut saja dengan perintah yang saya serukan. Rupanya sindrom narsisme juga diadopsi polisi, buktinya, saat pemotretan dia bergaya sambil berucap “nanti tolong taruh dihalaman depan ya, biar saudara-saudara saya di sana bisa melihat saya”. Lantas saya bergumam, dari sekian banyak Polisi yang saya jumpai saat ditilang, semuanya sama persis bahwa mentalitas penegakan hukum dijalanan rentan terhadap self-authoritative dan superioritas (tidak mau mengulas lebih jauh).
*Huff.. yang tadinya jengkel akibat penilangan itu, kemudian berubah menjadi ilfeel karena ulah (narsisme) berlebihan dari petugas. Satu lagi pengalaman berharga tentang kedisiplinan dan mentalitas aparat penegak hukum ku dapatkan pada jumat ini.
The Mural of KPK

A motorcycle driver is crossing on the mural of Corruption Eradication Commission (KPK) displays an efforts in capturing the perpetrator of corruption are often symbolized by a mouse. The painting walls (mural) is become the form of resistance or self-expression according the situation of nation. The picture is located in Permata Hijau, Jakarta, was taken on Wednesday, (4/11).
Marlboro Lights Present Sundaze Super Block Party

Setelah sukses mendatangkan party goers Maret silam, Marlboro Lights Sundaze kembali tersaji bagi penikmat elektonic dance music ditengah kebisingan ibukota Jakarta. Bertempat di Central Park, Barat Jakarta, Marlboro Lights Sundaze Super Block Party kali ini mengangkat tema super block party, dimana gedung pencakar langit, tembok beton menjadi pemandangan disekitar areal party.
Marlboro Sundaze Super Block Party telah menjadi program sponsorship Marlboro yang digelar secara berkala setiap tahunnya dan kami persembahkan bagi para pencinta electronic dance music, dimana jumlahnya selalu bertambah per-event,” kata Veronica Risariyana, Marketing Manager Marlboro, Minggu (26/10).
Dia menambahkan gelaran ini mempunyai konsep party yang berbeda-beda di setiap event Sundaze, dimana pada party sebelumnya Marlboro berhasil mengemas suasana menjadi segar di hiruk pikuk minggu sore. Disamping itu, Marlboro terus berusaha mempertahankan nilai eksklusifitas sebuah party sebagai bentuk penghargaan kepada penikmat dewasa rokok Marlboro.
Sundaze Party kali ini menghadirkan DJ-DJ bergenre house International ternama yang berpengalaman dalam meracik musik elektronik. Sebut saja Groove Assassin seorang DJ sekaligus produser asal Inggris yang sukses membangkitkan atmosfer party menjadi “panas”. Tak ketinggalan Ndeesaster DJ nasional turut andil memeriahkan Sundaze party.
“Komitmen Marlboro terhadap perkembangan electronic dance music di Indonesia yang memang sedang berkembang pesat semakin dibuktikan. Tak kalah menarik, kami juga menghadirkan penampilan satu kelompok musik yang beraliran Jazz di Jazz Dub Area yang akan memainkan sebuah eksperimen musik baru yang secara khusus dibuat untuk Marlboro Lights Sundaze Super Block Party,” tutup Veronica.
Reconstruction The Street

The sign of inconvenience display in the middle street near the biggest mall of Grand Indonesia, MH. Thamrin, Jakarta. The street was repairing for sanitation needed to keeping the Jakarta safe during the rainy season hits the city. The picture was taken on Thursday, (15/10).
Test CPNS Depdiknas 2009

Ribuan pelamar sedang mengikuti test tertulis yang diadakan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) tahun anggaran 2009. Depdiknas akan menerima 2.565 orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) guna memenuhi kebutuhan kurang lebih 1.700 orang formasi dosen dan selebihnya sekitar 800 orang untuk tenaga teknisi. Gambar diambil Kamis, (15/10) bertempat di Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta.
Kampus UI Merazia Pengendara Roda Dua

DEPOK – Kampus UI bekerjasama dengan Polres Depok merazia sejumlah penggendara roda dua yang melintas di areal kampus, Senin (12/10). Razia dipusatkan pada empat titik diseluruh areal kampus UI. Razia yang dimulai pukul 10:00 itu sempat membuat kaget pengendara umum yang kebetulan melintas maupun mahasiswa UI.
Razia yang digelar untuk kali ke-empatnya ini dimaksudkan untuk menekan angka kriminalitas dan kecelakaan di areal kampus. Dadan Erwandi yang bertanggung jawab mengkepalai Pembinaan Kampus, menuturkan setiap harinya kecelakaan kerap terjadi 1-2 peristiwa. Begitu juga pencurian dan penodongan, maka tak heran kawasan UI dijadikan mangsa bagi penjahat untuk melancarkan aksi kejahatan.
Kapolres Depok Sukardi yang turut mendukung operasi, ini menambahkan sudah banyak laporan kejahatan yang terjadi khususnya di areal kampus UI, lokasi yang sepi dan terbatasnya Satuan Pengamanan (Satpam) disinyalir membuat praktik kejahatan terus terjadi. Dengan adanya razia, ini kepolisian dan otoritas kampus UI dapat menepis anggapan bahwa kampus UI bukan sarang kriminalitas.
Menurut Dadan kebanyakan pengendara roda dua yang melintas bukan masyarakat UI, hampir lebih dari setengahnya adalah pelintas yang berasal dari Depok, Bogor dan sekitarnya.
Dari pantauan saya, hingga pukul 11 siang telah terjaring ratusan pengendara yang kedapatan tanpa Surat Ijin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomer Kendaraan (STNK). Ratusan pengendara yang melanggar nantinya akan diberi sangsi denda.
Sementara sejumlah pelanggar mengeluhkan operasi yang dilakukan pihak kampus, “kampus itu tempat belajar dan menuntut ilmu, untuk apa dirazia seperti ini,” seloroh mahasiswa yang tidak mau disebutkan namanya. Berbeda yang dialami Daud mahasiswa Poltek UI yang bersitegang dengan pihak kampus karena merasa dipersalahkan padahal segala kelengkapan berkendara dikantonginya. Ia merasa apa yang dilakukannya sudah sesuai dengan prosedur berkendaraan namun ia tetap saja diproses.
Berdasarkan data yang diberikan otoritas kampus, kepolisian Polres Depok dan UI telah berhasil menjaring 235 kasus pada razia pertama, razia kedua mencapai 237 dan yang ketiga sejumlah 178.
Kebaikan Dibalik Guyuran Hujan

Tik tik tik bunyi hujan diatas genting, airnya turun tiada terkira, cobalah tengok blablabla (lupa lirik lanjutannya). Apa yang membuat kalian kembali mengingat masa-masa kecil nan indah dulu? Mungkin salah satunya dengan lagu. Penggalan lirik diatas tentu sangat familiar ditelingga kita sampai sekarang ini bukan. Betapa tidak, masa-masa kecil yang begitu berkesan mendadak teringat ketika ada hal-hal yang membuat kita berbalik ke kenangan lama itu.
Kala itu Minggu 4 Oktober 2009, hampir seluruh bagian Jakarta dan sekitarnya rata diguyur hujan. Hujan yang telah berlangsung sejak sore hingga malam itu kerap menimbulkan masalah seperti jalanan macet, pohon tumbang, banjir, dsb. Masalah yang terakhir ini merupakan permasalahan tahunan. Dari era pemerintahan sebelumnya sampai pemerintahan sekarang, banjir masih menghantui Jakarta. Disisi lain, air yang turun dari langit yang membasahi bumi terkadang merubah suasana perasaan menjadi lebih tenang, damai, sejuk, romantis, berada didunia yang belum pernah singgahi, dll.
Setelah sebelumnya melakukan perjalanan jauh dibawah guyuran air hujan, saya pun berniat beristirahat disalah satu kerabat dekat didaerah Kelapa Dua, Depok. Keesokannya saya melanjutkan perjalanan kerumah Orangtua dibilangan Bintaro walau hujan belum juga reda. Namun sebelumnya saya mampir sejenak guna membeli perlengkapan laptop tak jauh dari rumah kerabat. Salah satu penjaga toko menyebutkan, harga barang yang saya inginkan senilai Rp 50.000,- termasuk biaya pemasangan. Betapa terkejutnya uang disaku hanya berjumlah Rp 40.000,- Walhasil saya pun bergegas ke ATM terdekat untuk mencairkan sejumlah uang. Dan ternyata, ATM tersebut sedang mengalami kerusakan.
Ditengah kebingungan itu, akhirnya saya memutuskan untuk tidak mencari ATM lainnya karena faktor cuaca yang pada saat itu hujan lebat. Lalu saya kembali ke toko komputer itu dan mengatakan “Mbak, saya pasang dirumah saja ya, berarti biayanya hanya 40.000 kan”. Entah kenapa, mbak yang bernama Nia itu mengamini kekurangan biaya tersebut. Dia berkata, “gpp mas, saya mengerti koq dengan masalah yang spt ini”.
Kini saya mulai mengerti, ternyata mbak Nia sedang melakukan kebaikan kepada pembelinya. Walau biayanya kurang 10.000, dengan kebaikan hatinya ia mau melayani saya dengan baik. Disaat proses pemasangan yang dilakukan teknisi, saya sempat berbincang-bincang. Saling tanya ngalor-ngidul tentang seisi dunia ditengah riuhnya pembeli lain. Dia bercerita tentang keluarganya yang hanya hidup dalam kondisi pas-pasan. Memiliki 1 kakak lelaki yang sudah menikah dan 2 adik lelaki dan perempuan yang masih bersekolah. Ditanya soal pacar, ia mengaku sudah mempunyai tunangan, itu terlihat jelas dengan cincin yang disematkan dijari manis tangan kirinya. Tapi ada sesuatu yang berat dihatinya, yaitu bila nanti dirinya menikah ia takut tidak dapat mengurusi kedua ibu bapaknya yang sedang sakit-sakitan. Termasuk membiayai keperluan sekolah adik-adiknya. Ia adalah satu-satunya ujung tombak keluarga.
Berhubung saya sedang membawa kamera, tanpa buang-buang waktu, saya langsung menjepret wajahnya tanpa ijin. Seketika ia malu tersungging dari kilatan blitz yang menyinari wajahnya bak selebritis nasional. Semoga saja kebaikan yang dilakukannya kelak mendapatkan balasan dari Allah Swt sekecil apapun,amin!(yon)
Short Review of Michael Jackson’s Album

The King of Pop, Michael Jackson meninggal dunia diusia 50 tahun akibat serangan jantung yang dideritanya. Kepergiaannya menyisakan duka pilu jutaan penggemar di seluruh dunia tak terkecuali di Indonesia.
Selama hidupnya, Jacko banyak berkontribusi pada perkembangan musik pop dunia. Melalui lagu, tarian, aksi panggung, tak salah bila dunia menjulukinya Raja Musik Pop. Sosok Jacko adalah cerminan musisi brilian. Musik telah membawanya beranjak dari keluarga miskin menjadi keluarga kaya raya.
Untuk mengenang karya-karya The King of Pop, berikut ulasan lengkapnya mengenai album sang superstar semasa hidupnya.
- Got to Be There (1972) merupakan album penuh debut perdana yang diproduksi oleh Motown Record.
- Ben (1972) adalah album solo full version kedua. Dirilis hanya berselang tujuh bulan setelah album perdananya. Judul Ben berhasil menduduki puncak tangga lagu nomer 1 di Amerika.
- Music and Me (1973) album solo ketiga ini diberi judul sesuai penggambaran jati dirinya waktu itu. Diproduksi oleh Motown Records.
- Forever, Michael (1975) album ke empat yang terakhir ditangani Motown Records sebelum dia dan saudaranya (The Jackson 5) berpindah ke CBS Records setahun kemudian.
- Off The Wall (1979) adalah album solo kelimanya yang direkam dalam naungan label terbarunya, Epic Records.
- Thriller (1982) album yang ke-enam ini berhasil membukukan penjualan fantastis sekitar 109 juta kopi diseluruh dunia.
- Bad (1987) tenggang jarak lima tahun dari album sebelumnya, Bad sukses menghasilkan 30 juta kopi di seluruh dunia.
- Dangerous (1991) Dalam kurun karir bermusik sepanjang 17 tahun, ia selalu menduduki puncak chart Billboard 200. Bukan mustahil, album dangerous laku 32 juta kopi diseluruh dunia.
- HIStory (1995) rilis berisi dua album sekaligus. Album pertama berjudul HIStory yang merupakan kompilasi kumpulan lagu terbaiknya selama lima belas tahun. Dan HIStory Continues yang berisi satu lagu baru berjudul Come Together yang telah direkam pada tahun 1987. HIStory berhasil menjual 20 juta kopi dalam versi double-album.
- Invicble (2001) Album ke sepuluh ini ternyata pertanda kepergiannya dalam karir musik selamanya. Album ini telah terjual 10 juta kopi diseluruh dunia.





